Thumbnail Berita
Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Tetap Dilaksanakan Selama Pandemi Covid-19 Ristiardi Taharat

Tenaga Teknik yang kompeten merupakan salah satu faktor utama dalam menjamin keselamatan ketenagalistrikan. Saat ini, masih banyak pekerja di sektor ketenagalistrikan yang belum memiliki sertifikat kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan yang merupakan pengakuan formal terhadap kemampuan seseorang yang dianngap kompeten dalam melaksanakan pekerjaannya di sektor ketenagalistrikan. Pelaksanaan sertifikasi kompetensi mulai dilaksanakan semenjak pengesahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan dimana salah satu pasalnya yaitu pasal 44 ayat 6 menyebutkan bahwa "setiap tenaga teknik wajib memiliki sertifikat kompetensi". Semenjaka itu Lembaga Sertifikasi Kompetensi Ketenagalistrikan terus melaksanakan sertifikasi kompetensi terhadap orang - orang yang bekerja pada sektor ketenagalistrikan.

Pelaksanaan sertifikasi kompetensi terdiri dari uji tulis, uji praktek/observasi, dan uji lisan/wawancara. Pada saat awal masa pademi covid-19 pelaksanaan sertifikasi sempat terhenti karena dapat membahayakan apabila dilakukan secara langsung seperti biasanya. Karena hal tersebut, agar sertifikasi kompetensi tetap berjalan maka Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan mengeluarkan kebijakan mengenai sertifikasi kompetensi secara daring (online) dimana peserta dan tim uji tidak akan bertatap secara langsung melainkan melalui video conference. Dengan memanfaatkan berbagai platform/aplikasi, Lembaga Sertifikasi Kompetensi Ketenagalistrikan dapat melaksanakan sertifikasi kompetensi tanpa harus bertatap muka namun tetap menjalankan proses sertifikasi kompetensi sesuai dengan aturan yang berlaku dan tetap menjaga kualitas pelaksanaan sertifikasi kompetensi tersebut.